Senin, 30 Desember 2013

PERIBAHASA Part2

Air beriak tanda tak dalam = Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

Air tenang menghanyutkan = Orang yang pendiam biasanya banyak ilmunya.

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga = Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orang tuanya. 

Air susu dibalas air tuba = Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan. 

Ada harga ada rupa = Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.


Ada pasang turun naik = Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Ada uang abang disayang, Tak ada uang abang melayang = Hanya mau bersama saat senang tetapi tak mau tahu disaat sedang susah.

Ada padang ada belalang, Ada air ada pula ikan = Dimana pun berada pasti ada rezeki untuk kita.

Bagai air di daun talas = Pendirian seseorang yang selalu berubah-ubah.

Bagai mendapat durian runtuh = Mendapat suatu rezeki tanpa disangka-sangka sebelumnya.

Bagaikan abu di atas tanggul = Orang yang berada dalam kedudukan sulit dan mudah jatuh. 

Bagaikan burung dalam sangkar = Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.

Barangsiapa menggali lubang, Ia juga terperosok didalamnya = Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut celaka.

Berguru kepalang ajar, Bagai bunga kembang tak jadi = Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik. 

Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh = Kuat kalau bersatu, lemah kalau berpecah belah.

Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing = Susah ataupun sama dirasakan bersama-sama.

Besar pasak daripaga tiang = Besar pengeluaran daripada pendapatan.

Dimana kayu bengkok, Disana musang mengintai = Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.

Dimana bumi dipijak, Disitu langit dijunjung = Dimana pun kita tinggal atau berada, maka adat-istiadatnya harus diikuti.

Dibujuk ia menangis, Ditendang ia tertawa = Mau bekerja dengan baik bila sudah mendapat teguran.

Ditindih yang berat, Dililit yang panjang = Kemalangan yang darang tanpa bisa dihindari.

Enak makan dikunyah, Enak kata diperkatakan = Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu. 

Harimau mati meninggalkan belang = Orang baik jika sudah tiada selalu dikenang jasa-jasanya. 

Jauh dimata, Dekat dihati = Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.

Karena nilai setitik, Rusak susu sebelangga = Disebabkan kesalahan kecil maka mendapatkan kerugian yang sangat besar.

Lain di bibir lain di hati = Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

Lempar batu sembunyi tangan = Seseorang yang melakukan sesuatu tetapi tidak mau bertanggung jawab.

Malu bertanya sesat dijalan = Orang yang malu bertanya akhirnya tersesat dan terpuruk karena keputusannya.

Maksud hati memeluk gunung, Apa daya tangan tak sampai = Cita-cita besar, tetapi tidak mampu untuk meraihnya.

Masuk di telinga, Keluar di telinga kiri = Tidak menuruti nasihat yang diberikan.

Membagi sama adil, Memotong sama panjang = Jika membagi ataupun memutuskan sesuatu harus adil dan tidak berat sebelah.

Menang jadi arang, Kalah jadi abu = Kalah ataupun menang sama-sama menderita.

Rajin pangkal pandai, Hemat pangkal kaya = Untuk mendapat kepandaian kita harus belajar, untuk mendapatkan kekayaan kita harus hemat.

Sambil menyelam minum air = Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

Sakit sama mengaduh, Luka sama mengeluh = Seiya sekata dalam sebuah keadaan.

Seberat-berat mata memandang, Berat juga bahu memikul = Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih menderita orang yang mengalaminya.

Seperti telur diujung tanduk = Berada pada posisi sulit dan serba salah.

Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk = Seseorang yang semakin pintar, biasanya semakin rendah hati.

Sepandai-pandai tupai meloncat, Pasti akan jatuh juga = Sepandai-pandainya manusia pasti pernah melakukan kesalahan juga.

Sekali merengkuh dayung, Dua tiga pulau terlampaui = Dengan sekali bersusah payah, dua tiga keinginan terlaksana. 

Tak ada gading yang tak retak = Tidak ada satu pekerjaan manusia yang hasilnya sempurna.

Tak ada rotan akar pun jadi = Dapat memanfaatkan apa saja.

Tong kosong nyaring bunyinya = Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu.

Tua-tua keladi, Makin tua makin menjadi = Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
Read More ->>

PERIBAHASA

1. Bulat air kerana pembetung, bulat manusia kerana muafakat
Maksud : Kata sepakat yang dicapai dalam mesyuarat.

2. Darah daging
Maksud : Anak dan saudara-mara daripada keturunan sendiri.

3. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Maksud : mengalami susah senang bersama-sama.

4. meninggi diri
Maksud : Sombong

5. bermuka dua
Maksud : Tidak jujur.

6 baik hati
Maksud : Bersikap baik dan penyayang (suka menolong).

7. tulang belakang
Maksud : Punca kekuatan/ orang harapan

8. bara yang digenggam biar sampai jadi arang
Maksud : Mengerjakan sesuatu yang sukar hendaklah sabar, sehingga mencapai kejayaan.

9. bagai kaca terhempas ke batu
Maksud : Sangat sedih atau kecewa.

10. melentur buluh biarlah dari rebungnya
Maksud : Mendidik anak biarlah sejak mereka kecil lagi.

11. duduk sama rendah, berdiri sama tinggi
Maksud : dua orang atau pihak yang sama darjat dalam adat

12. seperti lembu dicucuk hidung
Maksud : Orang yang selalu menurut kemahuan orang

13. yang berat sama dipikul, yang ringan sama dijinjing
Maksud : Bersama-sama menghadapi atau mengerjakan sesuatu.

14. dayung sudah di tangan, perahu sudah di air
Maksud : segala-gala yang dikehendaki sudah diperoleh.

15. terang hati
Maksud : Lekas pandai.

16. rendah hati
Maksud : Tidak sombong

17. murah hati
Maksud : Pemurah.

18. tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas
Maksud : Adat yang tidak berubah; sesuatu yang tetap utuh.

19. Tangan kosong
Maksud : Hampa.
Read More ->>

ALJABAR

Aljabar adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dari bidang aritmatika. Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau "penyelesaian". Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang. Penemu aljabar adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi.
Buku karangan Al-Khwārizmī yang memuat perhitungan aljabar

Daftar isi

  • 1 Jenis-jenis Aljabar
  • 2 Pengertian bentuk aljabar
  • 3 Bentuk-bentuk aljabar
    • 3.1 Persamaan dan pertidaksamaan linear
  • 4 Lihat pula
  • 5 Pranala luar

Jenis-jenis Aljabar

Aljabar dapat dipilah menjadi kategori berikut:
  • Aljabar dasar, yang mencatat sifat-sifat operasi bilangan riil, menggunakan simbol sebagai "pengganti" untuk menandakan konstanta dan variabel, dan mempelajari aturan tentang ungkapan dan persamaan matematis yang melibatkan simbol-simbol tersebut.
  • Aljabar abstrak, yang secara aksiomatis mendefinisikan dan menyelidiki struktur aljabar seperti kelompok matematika, cincin matematika dan matematika bidang.
  • Aljabar linear, yang mempelajari sifat-sifat khusus ruang vektor (termasuk maitrks).
  • Aljabar universal, yang mempelajari sifat-sifat yang dimiliki semua struktur aljabar.
  • Aljabar komputer, yang mengumpulkan manipulasi simbolis benda-benda matematis.

Pengertian bentuk aljabar

Bentuk-Bentuk seperti 2a , -5b, x3, 3p + 2q disebut bentuk aljabar.Pada bentuk aljabar 2a, 2 disebut koefisien, sedangkan a disebut variabel (peubah).

Bentuk-bentuk aljabar

Persamaan dan pertidaksamaan linear

  • Persamaan Linear Satu Variabel
Persamaan Linear Satu Variabel berarti persamaan pangkat satu. Pada persamaan linear ini berlaku hukum : hamster makan hamster. Ruas kiri dan ruas kanan dapat dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama.
Contoh : 1. r + 3 = 10
  r + 3 - 3 = 10 - 3 (sama sama dikurangi dengan bilangan yang sama yaitu 3)
  r = 7
2. 3p = 12
  3p / 3 = 12/3 (sama-sama dibagi dengan bilangan yang sama yaitu 3)
  p = 4
  • Pertidaksamaan Linear satu variabel
Pertidaksamaan linear satu variabel berarti kalimat terbuka yang memiliki tanda <,>, Pada persamaan linear berlaku hukum:
  1. Ruas Kiri dan kanan dapat ditambah, dikurangi, dikali, atau dibagi bilangan yang sama
  2. jika variabel bertanda minus, harus diganti menjadi positif dengan mengali bilangan negatif dan membalikan tanda
contoh : 1. 5v - 7 > 23
  5v - 7 + 7 > 23 + 7
  5v / 5 > 30 / 5
  v > 6
2. -2a < 10
  -2a / -2 > 10 / -2
  a > -5
Read More ->>

CARA MENULIS LAMBANG DAN NAMA UNSUR

Karena di dunia ini banyak sekali jenis unsur maka oleh para ahli  dibuatlah cara untuk mengingat  dan mengenal unsure yang ada di alam.  Berzelius seorang ahli kimia mengenalkan cara  penulsan lambing dan nama dari suatu unsur:

   1. Setiap unsur diambil dari satu huruf awal nama latin unsur tersebut
   2. Lambang unsure ditulis dengan huruf besar
   3. Unsur yang punya huruf depan sama, dapat dibedakan dengan menambah satu huruf  kecil yang berkaitan dengan nama unsur tersebut.

Contoh :

Unsur Oksigen ditulis O, Kalium ditulis K, Pospor engan P.  Calsium ditulis Ca karena  memiliki huruf awal yang sama dengan Kalium.

www.gurukayailmu.blogspot.com


Karena di dunia ini banyak sekali jenis unsur maka oleh para ahli  dibuatlah cara untuk mengingat  dan mengenal unsure yang ada di alam.  Berzelius seorang ahli kimia mengenalkan cara  penulsan lambing dan nama dari suatu unsur:

   1. Setiap unsur diambil dari satu huruf awal nama latin unsur tersebut
   2. Lambang unsure ditulis dengan huruf besar
   3. Unsur yang punya huruf depan sama, dapat dibedakan dengan menambah satu huruf  kecil yang berkaitan dengan nama unsur tersebut.

Contoh :

Unsur Oksigen ditulis O, Kalium ditulis K, Pospor engan P.  Calsium ditulis Ca karena  memiliki huruf awal yang sama dengan Kalium.
Read More ->>

Selasa, 27 Agustus 2013

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan setiap saat berubah. Percepatan adalah perubahan kecepatan terhadap selang waktu

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Untuk memahami gerak lurus berubah beraturan, lakukan kegiatan berikut ini!
Kegiatan : Gerak lurus berubah beraturan
Alat dan bahan
  • Mobil mainan
  • Papan luncur
  • Ticker timer
  • Meja
Menyelidiki gerak lurus berubah beraturan
Menyelidiki gerak lurus berubah beraturan

Langkah kerja
  • Hubungkan mobil mainan dengan ticker timer (pewaktu ketik), biarkan bergerak
  • Apa yang dapat kamu simpulkan dari rekaman pita ticker timer? Apakah dua titik yang berdekatan pada pita tetap atau berubah– ubah?
  • Hitunglah sepanjang pita ketik dan beri tanda setiap jarak 5 ketikan.
  • Dengan menggunakan gunting , buatlah beberapa potongan setiap jarak 5 ketikan tersebut
  • Susunlah potongan tersebut pada sumbu x – y, seperti gambar di bawah ini.
 
Data Hasil Kegiatan Gerak lurus berubah beraturan
Data Hasil Kegiatan Gerak lurus berubah beraturan
  • Setelah tersusun amati dan nyatakan kesimpulanmu!
Ternyata dari percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
  • Pada gerak lurus berubah beraturan waktu antara dua titik yang berdekatan pada pita ticker timer selalu berubah-ubah.
  • Tinggi tiap potongan 5 ketikan pita ketik pada diagram di atas berbedabeda, ini menunjukkan bahwa benda bergerak dengan kecepatan berubah-ubah.
Pada gerak lurus berubah beraturan gerak benda dapat mengalami percepatan atau perlambatan. Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan dipercepat, sedangkan gerak yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Benda yang bergerak semakin lama semakin cepat dikatakan benda tersebut mengalami percepatan.
Secara matematis percepatan dirumuskan:
Rumus Percepatan GLBB
Keterangan
a = percepatan (m/s2)
 = perubahan kecepatan (m/s)
 v2 – v1
v 1 = kecepatan awal (m/s)
v 2 = kecepatan akhir (m/s)
Kegiatan tersebut di atas menghasilkan grafik kecepatan terhadap waktu pada gerak lurus berubah beraturan sebagai berikut. Nah, jika kemiringan papan luncur diperbesar apa yang akan terjadi? Tentu semakin besar pula garis kemiringan grafik kecepatan terhadap waktu yang dibentuk.
Beberapa peristiwa gerak lurus berubah beraturan dalam kehidupan sehari-hari antara lain, sebagai berikut :
  • Gerak mobil yang dipercepat dengan cara menekan pedal gas.
  • Gerak mobil yang diperlambat dengan cara menekan pedal rem
  • Gerak jatuh bebas buah mangga dari tangkainya
Contoh soal
Benda bergerak dengan kecepatan awal 2 m/s, selanjutnya benda dipercepat secara beraturan sehingga kecepatannya menjadi 10 m/s dalam selang waktu 4 sekon. Berapa percepatan yang dialami benda itu?
Penyelesaian
Diketahui : 
1 = 2 m/s
2 = 10 m/s
t = 4 sekon
Ditanyakan : a = …?
Jawab : 
Rumus Percepatan GLBB
 v2 – v1
 = 10 m/s – 2 m/s
 = 8 m/s
a = 8 m/s / 4 sekon
a = 2 m/s2
Read More ->>

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak LurusBeraturan (GLB) adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan setiap saat tetap. Kecepatan tetap adalah saat benda menempuh perpindahan yang sama selang waktu yang dibutuhkan juga sama.

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Apakah kamu dapat menyebutkan satu contoh saja gerak lurus beraturan (GLB)? Salah satu contoh gerak lurus beraturan adalah misalnya pada jalan yang lurus dan tidak ada hambatan, kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan tetap selama beberapa waktu. Tetapi kebanyakan gerak mengalami perubahan kecepatan. Coba kamu sebutkan contoh gerak lurus beraturan yang lainnya!
Apabila sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap 2 km/menit, pernyataan ini mengandung makna setiap menit mobil tersebut menempuh jarak 2 km. Lebih jelasnya perhatikan tabel berikut ini!
Tabel. Hubungan jarak dengan waktu
Waktu (menit)
0
1
2
3
4
5
6
7
Jarak (km)
0
2
4
6
8
10
12
14
Untuk lebih mendalami gerak lurus beraturan lakukan kegiatan berikut ini!

Kegiatan : Gerak lurus beraturan
Alat dan bahan
  • Mobil mainan berenergi
  • Papan luncur
  • Ticker timer dan pita ticker timer
  • Catu daya
Kegiatan  Gerak lurus beraturan
Langkah kerja
  • Hubungkan mobil mainan dengan ticker timer (pewaktu ketik), pasang catu daya. Biarkan mobil mainan bergerak
  • Apa yang dapat kamu simpulkan dari rekaman pita ticker timer? Apakah dua titik yang berdekatan pada pita tetap atau berubah– ubah?
  • Hitunglah sepanjang pita ketik dan beri tanda setiap jarak 10 ketikan.
  • Dengan menggunakan gunting , buatlah beberapa potongan setiap jarak 10 ketikan tersebut
  • Susunlah potongan tersebut pada sumbu x – y, seperti gambar di bawah ini.
Data Hasil Kegiatan  Gerak lurus beraturan
Data Hasil Kegiatan  Gerak lurus beraturan
  • Setelah tersusun amati dan nyatakan kesimpulanmu!
Ticker timer adalah alat yang digunakan untuk mencatat atau mendeteksi kecepatan suatu troli. Cara kerja ticker timer membentuk ketikan berupa titik-titik pada pita ketik dengan selang waktu tetap.
Ternyata dari percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
  1. Pada gerak lurus beraturan waktu antara dua titik yang berdekatan pada pita ticker timer selalu sama.
  2. Tinggi tiap potongan 10 ketikan pita ketik pada diagram di atas sama, ini menunjukkan bahwa benda bergerak dengan kecepatan tetap.
Kegiatan tersebut diatas menghasilkan grafik kecepatan terhadap waktu pada gerak lurus beraturan sebagai berikut.
Grafik Hubungan Jarak dengan Kecepatan di Gerak GLB
Grafik Hubungan Jarak dengan Kecepatan di Gerak GLB
Read More ->>

Kelajuan dan Kecepatan

Kelajuan adalah besar kecepatan. Kecepatan adalah kelajuan yang arah geraknya dinyatakan

Kelajuan dan Kecepatan

Dalam fisika kelajuan dan kecepatan mengandung arti yang berbeda. Sering terjadi kesalahan umum tentang kelajuan dan kecepatan . Misalkan mobil bergerak 70 km/jam, maka dikatakan Mobil bergerak dengan kelajuan 70 km/jam bukan kecepatannya. Kelajuan termasuk besaran skalar karena tidak bergantung pada arahnya. Sehingga kelajuan selalu bernilai positif. Alat yang digunakan untuk mengukur kelajuan adalah spidometer.
Bagaimanakah cara menentukan seberapa cepat kedudukan telah berubah? Tentu kamu akan dapat menjawabnya setelah mempelajari kecepatan. Misal, seseorang berlari 10 m/s ke arah barat. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kelajuan pelari tersebut 10 m/s, sedangkan kecepatannya adalah 10 m/s ke arah barat. Kecepatan termasuk besaran vektor karena bergantung pada arahnya.
Dengan kata lain kecepatan adalah perpindahan selama selang waktu tertentu. Apabila kecepatan, kelajuan dinyatakan dengan v, perpindahan, jarak dinyatakan s dan waktu tempuh t secara matematis dirumuskan :
 
Rumus kecepatan
Keterangan
v = kecepatan, kelajuan (m/s)
s = perpindahan, jarak (m)
t = waktu tempuh (s)

Kecepatan dan kelajuan hanya dibedakan oleh arahnya saja, sehingga keduanya mempunyai satuan yang sama yaitu m/s. Pernahkah kamu memperhatikan seorang pengendara sepeda motor yang sedang melaju? Apakah sepeda motor yang sedang dikendarainya bergerak dengan kelajuan tetap? Nah, untuk dapat menjawabnya ikuti penjelasan berikut.

1. Kecepatan rata-rata

Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi perpindahan dan selang waktu.

Kedudukan awal benda A berpindah ke B
 Kedudukan awal benda A berpindah ke B
 
Misal dari gambar di atas perpindahaan Δx (delta x) ditempuh dalam selang waktu Δt (delta t), maka kecepatan rata-rata v dirumuskan :
Rumus kecepatan rata-rata
Keterangan

= Kecepatan rata-rata (m/s)

Δx= Selisih perpindahan (m)

Δx = x2 – x1

Δt = Selisih waktu tempuh (s)

Δt = t2 – t1

Δ = delta

2. Kelajuan rata-rata

Kelajuan rata-rata adalah hasil bagi jarak total yang ditempuh dengan waktu tempuh. Misal kamu naik bus melakukan perjalanan ke suatu tempat. Jarak 20 kilometer ditempuh dalam waktu 30 menit (setengah jam). Maka dapat kamu hitung kelajuan rata-rata bus sebagai berikut.
 
Kelajuan rata – rata = km 20/0,5 jam  = 40 km/jam
 
Mestinya bus melaju hampir tidak mungkin dengan kelajuan tetap 40 km/jam. Pada kondisi jalan lurus dan sepi kelajuannya mungkin 70 km/jam atau 80 km/jam, tetapi saat di tikungan tajam atau jalanan ramai kelajuannya 20 km/jam atau 30 km/jam. Jika kamu bergerak menempuh jarak s, waktu t, maka kelajuan rata– rata dapat ditentukan dengan rumus :
Rumus Kelajuan rata-rata
Keterangan

= kelajuan rata-rata (m/s)

Σ s = jarak total (m)


Σ t = waktu tempuh total (s)

Σ = sigma
Read More ->>

Kedudukan dan Perpindahan

Bagaimana suatu benda dikatakan bergerak? Benda dikatakan bergerak jika mengalami perubahan kedudukan terhadap titik acuan tertentu. Misal kamu berada dalam bus yang bergerak meninggalkan halte (tempat pemberhentian). Bila halte ditetapkan sebagai titik acuan maka bus dan kamu di katakan bergerak terhadap halte. Apabila bus ditetapkan sebagai titik acuan maka kamu dikatakan tidak bergerak (diam) terhadap bus. Keadaan ini sering disebut gerak bersifat relatif artinya, benda dapat dikatakan bergerak terhadap titik acuan tertentu, tetapi tidak bergerak terhadap benda lain. Benda yang bergerak lurus menempuh lintasan garis lurus. Misal, bola yang menggelinding, kelereng yang menggelinding. Lintasan adalah titik– titik berurutan yang dilalui oleh suatu benda yang bergerak.

Kedudukan dan Perpindahan

Konsep
Suatu benda dikatakan bergerak apabila mengalami perubahan kedudukan terhadap suatu titik yang ditetapkan sebagai acuan atau patokan.
Kedudukan sama artinya dengan letak. Kedudukan suatu benda dapat dinyatakan terhadap titik sembarang yang disebut titik acuan. Kedudukan suatu benda ditentukan oleh jarak terhadap titik acuan tertentu.

Keduduka Benda pada Garis Lurus

Misal titik X ditetapkan sebagai titik acuan, maka kedudukan titik P adalah + 4. Kedudukan titik Z adalah –7. Andaikan titik W ditetapkan sebagai titik acuan, bagaimanakah kedudukan titik yang lainnya? Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda akibat terjadinya perubahan waktu. Perpindahan bergantung pada kedudukan awal dan akhir,dan tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh. Misal benda berpindah dari kedudukan x1 ke kedudukan x2, maka perpindahan kedudukan dirumuskan :

P12 = x2 – x1
Read More ->>

Mengenal Keselamatan Kerja

Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus juga dapat membahayakan. Untuk itu kita harus benar-benar memahami dan mampu memperlakukan alat dan bahan secara aman, sehingga memperkecil resiko terjadinya kecelakaan. Hal-hal apa saja yang harus dipahami oleh seseorang yang akan melakukan kegiatan eksperimen? Nah, simak penjelasan berikut!

Mengenal Keselamatan Kerja

1 . Alat dan bahan laboratorium

Di dalam laboratorium terdapat beberapa jenis alat dan bahan, serta perlengkapan laboratorium lainnya. Pengadaan alat dan bahan harus steril. Keselamatan Kerja diperlakukan sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan alat dan bahan laboratorium didasarkan pada tujuan yang hendak dicapai. Alat adalah suatu benda yang digunakan dalam melakukan kegiatan praktikum, eksperimen dan penelitian. Bahan adalah suatu benda yang diteliti atau diuji dalam praktikum dan eksperimen. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan terhadap alat dan bahan yang digunakan? Untuk mencegah terjadinya bahaya dari alat dan bahan yang digunakan, maka perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini:
  • Biasakan membawa peralatan dari kaca dengan sikap vertikal dengan menggunakan kedua tangan, dan jangan dijinjing. 
  • Gunakan pipet isap atau tekan karet dengan pijitan. 
  • Jangan menengok isi tabung reaksi dari arah lubang, terutama ketika atau selesai dipanaskan. 
  • Jangan menghadapkan mulut tabung reaksi yang sedang atau setelah dipanaskan ke arah tubuh orang lain. 
  • Perhatikan penggunaan alat yang terbuat dari kaca dalam kegiatan pemanasan. Kaca yang tahan panas adalah pyrex. 
  • Pahami secara betul dalam memperlakukan bahan-bahan terutama bahan kimia. 
  • Jangan meletakkan botol yang berisi bahan kimia langsung terkena sinar matahari. 
  • Alat yang berputar kuat letakkan pada tempat yang kokoh.

2 . Bahan-bahan Kimia Yang Berbahaya

Terdapat bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia, antara lain :
a . Aluminium sulfat (AlSO4)
Berbentuk kristal berwarna putih, larut dalam air. Aluminium sulfat digunakan sebagai pengganti tawas.

b . Amoniak pekat (NH4OH)
Larutan pekat gas amoniak dalam air, jika terkena kulit dan mata dapat menyebabkan iritasi. Dalam wujud uap dapat mengganggu alat pernafasan. Amoniak pekat jika tertelan sangat berbahya.

c . Asam sulfat (H2SO4)
Asam sulfat merupakan zat cair tak berwarna, beracun dan sangat korosif. Asam sulfat dapat menimbulkan luka bakar pada kulit, mata, dan dapat merusak pakaian.

d . Asam klorida (HCl)
Asam klorida merupakan zat cair, bersifat racun, korosif, dan dalam wujud uap dapat merusak kulit, mata, dan alat pernafasan.

e . Etanol (C2H3OH)
Etanol sering disebut alkohol. Etanol mempunyai sifat mudah terbakar dan digunakan sebagai pelarut.

f . Formalin 40% (HCHO)
Formalin bersifat racun, baik berwujud cair maupun gas. Formalin digunakan untuk membunuh hama.

g . Klorofrom (CHCl3)
Kloroform merupakan zat cair tak berwarna dan bersifat beracun. Kloroform digunakan sebagai obat bius dalam laboratorium.

h . Metilin Biru
Metilin berwujud zat padat berwarna biru tua. Bahan kimia ini digunakan sebagai pewarnaan inti sel.

i . Natrium hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida merupakan zat padat berwarna putih, mudah menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Natrium hidroksida termasuk bahan berbahaya yang dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata.

j . Kobalt klorida (CoCl6H2O)
Kobalt klorida merupakan zat padat, kristal berwarna merah, sangat mudah menyerap air, dan dapat mengikat uap air. Kobalt klorida digunakan untuk menguji kelembaban udara.

k . Natrium Klorida (NaCl)
Natrium klorida merupakan zat padat berwarna putih, berbentuk kristal. Natrium klorida disebut juga garam dapur.
 

3 . Simbol-Simbol Keselamatan Kerja

Terdapat bahan-bahan kimia yang bersifat berbahaya. Agar dapat dikenali, maka diberi simbol. Simbol yang diberikan menunjukkan sifat dari bahan kimia yang terdapat di dalamnya. Perhatikan tabel 9.1 berikut ini!

tabel 9.1 Simbol beberapa bahan kimia
Simbol beberapa bahan kimia
Read More ->>

Mengenal Mikroskop

Pada abad ke-16 berkat penemuan seorang ilmuwan, makhluk hidup yang tidak dapat terlihat menjadi dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat. Alat tersebut ialah mikroskop, yang memungkinkan seseorang dapat mengamati benda atau makhluk hidup yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop yang sering digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler atau cahaya (latin : mono = satu; oculus = mata). Mikroskop ini digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya mengenai panjang dan lebar benda yang diamati. Benda atau obyek yang akan diamati dengan mikroskop ini, harus memiliki ukuran yang kecil, tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Perhatikan gambar 1.1 berikut ini!

Mengenal Mikroskop

Mikroskop terdiri dari dua bagian, yaitu:

1 . Bagian mekanik
Pada bagian mekanik terdiri dari:
  • Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga mikroskop. 
  • Pilar atau sendi inklinasi sebagai penghubung antara kaki dengan lengan mikroskop.
  • Pengatur kondensor berfungsi untuk menarik turunkan kondensor.
  • Kondensor berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke benda yang sedang diamati
  • Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan mikroskop.
  • Engsel penggerak berfungsi sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop
  • Meja preparat berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati.
  • Penjepit preparat atau pemegang sediaan berfungsi untuk menjepit preparat yang akan diamati agar tidak bergeser.
  • Tabung berfungsi menghubungkan antara lensa objektif dan lensa okuler.
  • Revolver berfungsi untuk menempatkan lensa objektif.
  • Sekrup pemutar kasar berfungsi untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah. 
  • Sekrup pemutar halus berfungsi untuk menggerakkan tabung ke arah atas dan bawah secara lambat. Alat ini dipakai jika objek telah terfokus dengan memutar pemutar kasar.
2 . Bagian optik
Pada bagian optik terdiri dari:
  • Dua buah cermin, yaitu sebuah cermin datar dan sebuah cermin cekung. Fungsi cermin adalah untuk mencari, mengumpulkan, dan mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang dan cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang . 
  • Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.
  • Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada revolver.
  • Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada bagian atas tabung.
 
Bagaimanakah cara menggunakan mikroskop dengan benar? Untuk dapat menggunakan mikroskop dengan benar perhatikan langkahlangkah sebagai berikut:
  • Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran Untuk menghasilkan lapang pandang adalah dengan mengatur cermin sambil melihat lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma, sehingga menghasilkan pemantulan yang optimal. Bagian yang terang berbentuk bulat dinamakan lapang pandang. 
  • Mengatur fokus mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah Letakkan preparat di atas meja preparat, dijepit dengan penjepit sambil mengamati mikroskop dari samping tabung mikroskop diturunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati hingga lensa objektif tidak menyentuh preparat. Kemudian lihatlah melalui lensa okuler dan dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop sehingga objek terlihat jelas. Setelah objek tampak, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang sehingga mendapatkan bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop diperoleh dengan cara mengalikan angka pada lensa objektif dengan angka yang tertera pada lensa okuler. Misalnya 5x lensa objektif 10x lensa okuler maka perbesarannya 50x.
  • Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) Untuk memperoleh bayangan, dapat dilakukan dengan mengubah lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dengan yang lebih kuat. Misalnya lensa objektif perbesaran 5x dapat diganti dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver sampai terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang agar diperoleh objek yang lebih jelas.
  • Mengatur Mikroskop dengan posisi disimpan Setelah mikroskop selesai digunakan, aturlah mikroskop dengan posisi siap disimpan dengan cara sebagai berikut :
bagian-bagian mikroskop1) Tabung mikroskop dinaikkan.
2) Preparat diambil.
3) Lensa objektif terlemah diturunkan serendah-rendahnya diputar persis sampai lubang meja mikroskop.
4) Diafragma ditutup kembali.
5) Kondensor diturunkan dan cermin dalam posisi tegak.
6) Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikrokop dan topang kaki mikroskop dengan tangan kiri kemudian masukkan ke tempatnya dan dikunci. 
 
Cara membuat preparat:
1) Membuat preparat tanpa penyayatan:
Untuk membuat preparat basah tanpa penyayatan, misalnya pada waktu pengamatan mikroorganisme yang ada dalam air. Caranya: air yang akan diamati, diambil dengan pipet tetes dan tempatkan pada kaca obyektif dan tutup dengan kaca penutup, amati dengan mikroskop.

2) Membuat preparat dengan penyayatan:
Membuat preparat pada organ tubuh organisme, misalnya penampang daun, batang, akar, otot dan lain-lain Caranya: menyayat organ setipis mungkin, untuk membuat sayatan yang baik dan tipis dengan alat yang disebut mikrotom, tetapi bila tidak mempunyai mikrotom dapat dengan menggunakan silet yang tajam.
Read More ->>